Kejaksaan Negeri Jakarta Barat melayani pengambilan SIM-STNK-KIR kendaraan bermotor terhadap pelanggar lalu lintas yang diputus verstek tanpa kehadiran pelanggar di PN Jakbar dan dapat diambil pada hari dan jam kerja | Kejaksaan Negeri Jakarta Barat melaksanakan penegakan hukum dengan hati nurani dan berdasarkan undang-undang. Masyarakat yang akan memberikan masukan, kritik dan saran atau melaporkan suatu tindak pidana korupsi dapat melalui website Kejari Jakarta barat melalui pengaduan@kejari-jakbar.go.id | Isi situs bersifat informatif, bukan merupakan legal opinion dari Kejaksaan R.I. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based | Kejaksaan Negeri Jakarta Barat bekerja sama dengan Koperasi Teguh Sejahtera Bersama menerbitkan layanan Tilang Cash On Delivery, bagi pelanggar yang tidak mempunya waktu untuk mengambil berkas Tilang, dapat menghubungi melalui Whatsapp di Nomor 0812 8429 9818.

Kajari Jakbar Paksa Semua Jaksa Bisa Menulis Berita

WARTA KOTA, PALMERAH-- Sudah 1 tahun belakangan website Kejaksaan Negeri Jakarta Barat aktif. Berita terbaharui secara cepat. Para Jaksa dan pegawai di sana yang dipaksa membuat berita-berita itu.

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Reda Mantovani yang memaksakan hal itu.

"Saya mau website Kejari Jakbar update beritanya sama seperti portal-portal online," kata Reda ketika ditemui Wartakotalive.com di kantornya, Senin (28/11/2016).

Makanya sekarang setiap Jaksa dan pegawai yang menghadiri acara apapun, wajib menulis berita. Bukan hanya laporan saja.

Reda mewajibkan berita harus sudah ditulis saat acara masih berlangsung. Sehingga berita bisa segera ditayangkan walau acara masih berjalan.

"Yah maaf kalau gaya bahasanya masih agak kaku," kata Reda, lalu terkekeh.

Website kejari-jakbar.go.id mulai dikelola sejak Januari 2016 lalu. Saat ini pengunjungnya sudah mencapai 150.000.

Untuk mengelola website ini, Reda menunjuk 8 pegawai yang bertugas mengedit dan mengupload berita ke situs.

Berita yang disajikan beragam. Mulai dari peninjauan lokasi proyek terkait kegiatan tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D). Maupun tim Fasos-Fasum.

Seluruh berita disajikan dengan foto yang bisa di download. "Ini juga untuk memudahkan kawan-kawan wartawan," kata Reda.

Makanya dia menyebut bahwa wartawan tak perlu repot menelepon dirinya atau petugas bagian humas Kejari Jakbar untuk mengetahui agenda. "Cukup buka saja website, update itu," ucap Reda.

Selain itu, website juga menyajikan jadwal persidangan, maupun keluar-masuk berkas perkara dari polisi ke Kejari Jakbar.

Semua disajikan dalam bentuk tabel. Bahkan semua kasus pun sudah tercatat di website sejak masih dalam tahap dimulainya penyidikan oleh polisi.

"Itu kan kami kasih tahu juga setiap perkara kapan SPDP-nya (surat perintah dimulainya penyidikan) keluar," ucap Reda.

Makanya, kata Reda, website ini sudah cukup transparan. Masyarakat bisa melihat langsung pekerjaan Jaksa setiap harinya. Bahkan setiap kasus pun bisa dipantau perkembangannya.

"Jadi kalau ada yang keluarganya kena perkara, maka bisa dipantau perkembangannya lewat website ini," jelas Reda. Tak perlu repot-repote bolak-balik bertanya ke jaksa penuntun umum (JPU) atau keluarganya yang ditahan.

 

Sumber : wartakota.tribunnews.com