Kejaksaan Negeri Jakarta Barat melayani pengambilan SIM-STNK-KIR kendaraan bermotor terhadap pelanggar lalu lintas yang diputus verstek tanpa kehadiran pelanggar di PN Jakbar dan dapat diambil pada hari dan jam kerja | Kejaksaan Negeri Jakarta Barat melaksanakan penegakan hukum dengan hati nurani dan berdasarkan undang-undang. Masyarakat yang akan memberikan masukan, kritik dan saran atau melaporkan suatu tindak pidana korupsi dapat melalui website Kejari Jakarta barat melalui pengaduan@kejari-jakbar.go.id | Isi situs bersifat informatif, bukan merupakan legal opinion dari Kejaksaan R.I. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based | Kejaksaan Negeri Jakarta Barat bekerja sama dengan Koperasi Teguh Sejahtera Bersama menerbitkan layanan Tilang Cash On Delivery, bagi pelanggar yang tidak mempunya waktu untuk mengambil berkas Tilang, dapat menghubungi melalui Whatsapp di Nomor 0812 8429 9818.

Buah Hati Yogi Pratama Berpulang ke Rahmatullah

Jakarta – Buah hati Yogi Pratama “Farrel Nugraha Wicaksana” meninggal dunia di usia 10 hari pasca dilahirkan di RSAB Harapan Kita Jakarta Barat (10/01/2017) sekitar pukul 13.00 Wib. Yogi Pratama yang merupakan staff di Kejaksaan Negeri Jakarta Barat harus ikhlas dengan kepergian putra pertamanya untuk selama-lamanya, jelas membuatYogi bersedih. Namun, Yogi berusaha tabah. Itulah yang coba ditunjukkan dari raut wajah Yogi. Menurutnya, manusia cuma bisa berusaha, tetapi tetap Tuhan yang berkehendak.

Setelah mengetahui putranya meninggal yogi langsung mengabarkan berita duka tersebut ke semua anggota keluarganya serta rekan kerja dan atasan di Kejari Jakbar. Setelah mendapat kabar duka tersebut Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Dr. Reda Manthovani beserta Staff langsung bergegas menuju RSAB Harapan Kita.

Tepat pada pukul 15.00 Wib Almarhum Farrel Nugraha Wicaksana dimandikan dirumah rumah duka RSAB Harapan Kita, disela-sela Almarhum Farrel dimandikan, Kajari Jakbar memberikan semangat kepada Yogi “Sakit memang, harus menerima kenyataan itu. Tapi apa boleh buat, kalau tuhan sudah berkehendak, atas nama takdir, semua bisa terjadi. Mengikhlaskan memang sulit, tapi perlahan-lahan harus diupayakan. Seiring berjalannya waktu, rasa sedih perlahan akan terkikis, asalkan kita bisa melakukan hal-hal yang positif. Jangankan kita manusia biasa, Nabi Muhammad S.A.W pun meneteskan air mata ketika puteranya meninggal” ucap Reda.

Jenazah Alm Farrel yang telah dimandikan dan dikafankan langsung dimasukkan ke dalam ambulans dan selanjutnya dibawa ke rumah keluarga di Bogor Jawa Barat. Tepat setelah shalat isya, Almarhrum Farrel lagsung dimakamkan di pemakaman keluarga di Bogor. Kata terakhir yang diucapkan Yogi beserta isteri tercinta “Selamat jalan nak, sampai jumpa di syurga kelak....Amin....

(rekankantor)