Kejaksaan Negeri Jakarta Barat melayani pengambilan SIM-STNK-KIR kendaraan bermotor terhadap pelanggar lalu lintas yang diputus verstek tanpa kehadiran pelanggar di PN Jakbar dan dapat diambil pada hari dan jam kerja | Kejaksaan Negeri Jakarta Barat melaksanakan penegakan hukum dengan hati nurani dan berdasarkan undang-undang. Masyarakat yang akan memberikan masukan, kritik dan saran atau melaporkan suatu tindak pidana korupsi dapat melalui website Kejari Jakarta barat melalui pengaduan@kejari-jakbar.go.id | Isi situs bersifat informatif, bukan merupakan legal opinion dari Kejaksaan R.I. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based | Kejaksaan Negeri Jakarta Barat bekerja sama dengan Koperasi Teguh Sejahtera Bersama menerbitkan layanan Tilang Cash On Delivery, bagi pelanggar yang tidak mempunya waktu untuk mengambil berkas Tilang, dapat menghubungi melalui Whatsapp di Nomor 0812 8429 9818.

Kejari Jakbar selenggarakan program JMS di SMK Satria

(27/09/2017) Jakarta – Kejaksaan Negeri Jakarta Barat (Kejari Jakbar) kembali menyelenggarakan program Jaksa Masuk Sekolah/ JMS kali ini diselenggarakan di SMK  SATRIA Jakarta.  Penyuluhan  hukum kepada siswa SMK SATRIA itu dilaksanakan pada Rabu (27/9), di Lt. 2 ruang aula sekolah sedangkan materi hukum disampaikan oleh Kasie Intel Kejari Jakarta Barat Teguh Ananto, SH. MH, Jaksa Trimegawati dan Krisna, SH. MH didamping Kepala SMK Satria Erwin, dan Waka Humas Umar Abdul Aziz dan diikuti oleh sebanyak 60 siswa. 

jmssmksatria01Tema Kenakalan Remaja dipilih oleh pihak Kejari Jakbar untuk disampaikan dalam penyuluhan. Mengenai apa itu pengertian kenakalan remaja, jenis-jenis perbuatan yang dikatagorikan suatu kenakalan hingga peraturan pidana yang mengatur perbuatannya. Semakin lengkap dengan dipaparkan tentang sosialisasi UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, bahaya dan ancaman pidana bagi pengguna maupun pengedar narkoba.

jmssmksatria02Tujuan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) adalah mengenalkan hukum kepada pelajar untuk dapat  menjauhi hukumannya. Moto Kenali Hukum, Jauhi Hukumannya”, ujar Teguh mengawali penyuluhan. Teguh menambahkan rata-rata usia siswa SMK SATRIA masih 17 tahun atau dibawah 18 tahun, dijelaskan bahwa dalam hukum, usia dibawah 18 tahun masih dikatakan anak-anak atau remaja. Kenakalan-kenakalannya masih bisa dimaafkan untuk hal-hal tertentu dan tidak dipidanakan melalui Diversi. “Contoh pemicunya adalah penggunaan media sosial yang sangat tinggi, sinetron-sinetron yang tidak mendidik dan lain-lain,” ujar Teguh Ananto.

jmssmksatria03jmssmksatria04Dikatakan Teguh, seseorang dapat dikatakan dewasa apabila sudah berusia 18 tahun (sudah menikah ataupun belum) dan apabila melanggar dapat dipidanakan, karena dalam hukum juga usia tersebut dianggap sudah bisa bertanggung jawab. “ Diusia tersebut, adek-adek harus bisa berpikir 2x untuk melakukan perbuatan  tercela, karena setiap perbuatan yang melanggar hukum akan dimintai pertanggungjawaban”, ujar Teguh. Juga untuk kasus sex bebas, Teguh sangat mewanti-wanti khususnya kepada siswi SMK Satria agar tidak gampang terjerat bujuk rayuan lawan jenisnya.

Kegiatan JMS diakhiri dengan sesi tanya jawab antara siswa dengan Jaksa dan foto bersama dengan Guru SMK SATRIA. (nrl)

(Tim Website Kejari Jakbar)