Kejaksaan Negeri Jakarta Barat melayani pengambilan SIM-STNK-KIR kendaraan bermotor terhadap pelanggar lalu lintas yang diputus verstek tanpa kehadiran pelanggar di PN Jakbar dan dapat diambil pada hari dan jam kerja | Kejaksaan Negeri Jakarta Barat melaksanakan penegakan hukum dengan hati nurani dan berdasarkan undang-undang. Masyarakat yang akan memberikan masukan, kritik dan saran atau melaporkan suatu tindak pidana korupsi dapat melalui website Kejari Jakarta barat melalui pengaduan@kejari-jakbar.go.id | Isi situs bersifat informatif, bukan merupakan legal opinion dari Kejaksaan R.I. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based | Kejaksaan Negeri Jakarta Barat bekerja sama dengan Koperasi Teguh Sejahtera Bersama menerbitkan layanan Tilang Cash On Delivery, bagi pelanggar yang tidak mempunya waktu untuk mengambil berkas Tilang, dapat menghubungi melalui Whatsapp di Nomor 0812 8429 9818.

KEJARI JAKBAR AKAN LELANG EKSEKUSI ALAT BERAT

 

Jakarta -Kamis tanggal 19 Oktober 2017 beberapa personel Kejari Jakarta Barat yang merupakan panitia lelang ekseksusi dengan dipimpin oleh Kasubag Pembinaan Priyambudi, SH, MH melakukan perjalanan dinas ke Indramayu untuk mendatangi Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara Kelas II Indramayu. Di tempat tersebut disimpan barang sitaan berupa alat berat, yakni 2 unit bulldozer dan 3 unit excavator yang berasal dari perkara tindak korupsi atas nama terpidana G.F. POSENTI M. MARUNG als GABRIEL MARUNG yang perkaranya sudah diputus PN Tipikor Jakarta dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk melihat kondisi terkini sekaligus melakukan appraisal barang sitaan tersebut sehingga diikutsertakan pula Penilai Independen, yakni dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP-JOKO SURATNO). Rombongan diterima oleh AGUS JUHADI Kepala Rupbasan Klas II Indramayu beserta jajaran, kemudian diantar berkeliling meninjau satu per satu alat berat tersebut. 

“2 unit bulldozer sudah rusak berat  karena itu nanti penilaiannya bisa dikatagorikan besi scrap, bahkan yang satunya rusak berat karena rantai rodanya sudah lepas dan gear box sudah tidak ada di tempatnya, dan juga beberapa bagian dari mesin sudah tidak ada” kata R. ARIF WIDIANTO, Penilai dari   KJPP-JOKO SURATNO saat melakukan pengamatan dan penilaian. “Sedangkan untuk 3 unit excavator masih layak operasi, namun hanya 1 unit yang dapat dijalankan sedangkan yang 2 unit harus dilakukan perbaikan disana-sini. 1 unit tersebut masih terdapat CPU pada mesinnya, tetapi yang 2 unit sudah tidak ada CPU alias hilang, padahal CPU merupakan otak utama dari mesin, sehingga kalau tanpa ada CPU maka excavator tidak bisa dioprasikan. Kondisi ini jelas akan sangat mempengaruhi nilai taksiran dan kemungkinan nilainya akan rendah.” lanjutnya.

“Iya pak, beginilah apa adanya kondisi barang sitaan yang dititipkan ke kami, rata-rata sudah rusak. Sudah seperti inilah kondisinya saat pertama kali kami terima dari penyidik Mabes Polri. Saat itu mereka datang dengan membawa beberapa truk trailer, satu unit excavator yang dapat dioperasikan turun terlebih dahulu untuk kemudian menurunkan 2 unit bulldozer yang sudah tidak bisa berjalan. Selanjutnya CPU pada excavator tadi dilepas lalu dipasang pada excavator yang masih berada diatas trailer supaya dapat dijalankan turun dari trailer, begitu juga selanjutnya untuk excavator ke-tiga” jelas AGUS JUHADI.

Setelah pengamatan dan penilaian selesai maka tim penilai dari KJPP akan membuat Laporan Penilaian yang didalamnya termasuk nilai nominal taksiran dari barang sitaan tersebut. “Berdasarkan Laporan Penilaian dari KJPP independen itu nantinya dalam waktu tidak terlalu lama Kejari Jakbar akan segera memproses pengajuan lelang eksekusi ke KPKNL Cirebon. Estimasi dalam pertengahan November sudah bisa dilaksanakan. Bagi masyarakat calon peminat dapat mengikuti perkembangan informasi dan pengumuman di website Kejari Jakarta Barat ataupun di media cetak” pungkas Priyambudi.

Buldoser 2   Buldoser 3

Buldoser 4  Buldoser 5

Team Website Kejari jakbar

Last modified on Monday, 30 October 2017 15:18