Kejaksaan Negeri Jakarta Barat melayani pengambilan SIM-STNK-KIR kendaraan bermotor terhadap pelanggar lalu lintas yang diputus verstek tanpa kehadiran pelanggar di PN Jakbar dan dapat diambil pada hari dan jam kerja | Kejaksaan Negeri Jakarta Barat melaksanakan penegakan hukum dengan hati nurani dan berdasarkan undang-undang. Masyarakat yang akan memberikan masukan, kritik dan saran atau melaporkan suatu tindak pidana korupsi dapat melalui website Kejari Jakarta barat melalui pengaduan@kejari-jakbar.go.id | Isi situs bersifat informatif, bukan merupakan legal opinion dari Kejaksaan R.I. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based | Kejaksaan Negeri Jakarta Barat bekerja sama dengan Koperasi Teguh Sejahtera Bersama menerbitkan layanan Tilang Cash On Delivery, bagi pelanggar yang tidak mempunya waktu untuk mengambil berkas Tilang, dapat menghubungi melalui Whatsapp di Nomor 0812 8429 9818.

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat menjadi Pembina Upacara di SMA Negeri 78 Jakarta.

(06/11/2017) Jakarta – Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Dr. Patris Yusrian Jaya didampingi Teguh Ananto, SH. MH selaku Kasie Intel Kejaksaan Negeri Jakarta Barat (Kejari Jakbar) menggelar Jaksa Masuk Sekolah/ JMS di SMA Negeri 78 Jakarta, Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Senin (06/11).

kajari 01Upacara yang dimulai sekitar pukul 06.45 WIB tersebut diikuti seluruh siswa dan guru SMA Negeri 78 Jakarta. Turut hadir memantau kegiatan upacara Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah-I Jakarta Barat. Sebagai Pembina Upacara, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat menyampaikan bahwa sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945 para pendahulu negara, para orang tua kita adalah orang-orang yang tangguh. Warga Negara Indonesia dapat membebaskan diri dari belenggu penjajahan. “Banyak bangsa-bangsa didunia merdeka karena hadiah tetapi Indonesia merdeka karena perjuangan dengan penuh pengorbanan yakni pengorbanan harta, nyawa dan segalanya”, imbuh Patris.

kajari 02Sebagaimana janji siswa SMA Negeri 78 Jakarta yang menyebutkan untuk menjadi siswa/ manusia yang bertanggung jawab, Kajari menghimbau agar janji tersebut tidak diingkari, “kalau kita sebagai generasi apabila tidak mampu melanjutkan, mengisi kemerdekaan, maka kita bukan generasi muda yang bertanggung jawab”, ujar Patris.

kajari 03Kajari melanjutkan, agar para siswa dapat menjadi manusia yang tangguh, manusia yang mampu memenangkan persaingan dan manusia yang mempu memenangkan kompetisi. “untuk menjadi manusia yang tangguh sekarang ini proses sedang kalian (para siswa-red) jalani, tapi ada hal-hal yang  bisa merusak proses ini dengan seketika, akan merusak semua hak-hak orang tua dan keluarga, akan merusak masa depan kalian, salah satunya tawuran”, ujar Kajari. Tawuran merupakan perbuatan melanggar hukum yang banyak memakan korban. Seperti contoh tawuran yang pernah terjadi di kawasan Blok M, “ada yang tidak ikut tawuran tetapi menjadi korban”, imbuhnya.

kajari 05Menutup arahan kepada siswa SMA Negeri 78 Jakarta, Kajari menghimbau kepada para siswa agar, Pertama, Jangan sampai terlibat tawuran karena perbuatan tawuran merupakan perbuatan melawan hukum. Kedua, Jangan melakukan pergaulan/ seks bebas. “Banyak anak-anak yang harus berhenti sekolah, kehilangan masa depan karena seks bebas”, himbau Kajari. Ketiga, jauhi Narkoba. Sehubungan dengan tindak pidana narkoba, Kajari mengingatkan agar pihak sekolah SMA Negeri 78 Jakarta melakukan tes kesehatan para siswa karena dari tes tersebut akan diketahui apabila ada siswanya yang mengkonsumsi narkoba.

kajari 06Tidak berbeda peran Kajari sebagai orang tua, Kajari menyampaikan tekadnya untuk melindungi anak-anaknya, juga agar para siswa dapat menjalankan aktivitas baik-baik dan menjauhi narkoba. “Saya harapkan bagi adik-adik yang selesai menamatkan pendidikan di SMA 78 Jakarta, agar dapat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, kejar cita-cita anda dan maksimalkan potensi yang sudah dimiliki maupun yang diberikan orang tua, sehingga suatu saat anda (para siswa-red) dapat menjadi manusia yang memenangkan kompetisi diantara manusia-manusia lain, kenapa ? karena sukses itu Indah, sukses itu manis”, tutupnya.(nrl)