Kejaksaan Negeri Jakarta Barat melayani pengambilan SIM-STNK-KIR kendaraan bermotor terhadap pelanggar lalu lintas yang diputus verstek tanpa kehadiran pelanggar di PN Jakbar dan dapat diambil pada hari dan jam kerja | Kejaksaan Negeri Jakarta Barat melaksanakan penegakan hukum dengan hati nurani dan berdasarkan undang-undang. Masyarakat yang akan memberikan masukan, kritik dan saran atau melaporkan suatu tindak pidana korupsi dapat melalui website Kejari Jakarta barat melalui pengaduan@kejari-jakbar.go.id | Isi situs bersifat informatif, bukan merupakan legal opinion dari Kejaksaan R.I. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based | Kejaksaan Negeri Jakarta Barat bekerja sama dengan Koperasi Teguh Sejahtera Bersama menerbitkan layanan Tilang Cash On Delivery, bagi pelanggar yang tidak mempunya waktu untuk mengambil berkas Tilang, dapat menghubungi melalui Whatsapp di Nomor 0812 8429 9818.

Hercules Dituntut 3 Tahun Penjara

hercules

Jakarta - Jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Jakbar menuntut Hercules Rozario Marshal pidana 3 tahun penjara. Dia dituntut karena terbukti melakukan tindakan kekerasan untuk melakukan penguasaan terhadap lahan PT Nila Alam, Kalideres, Jakarta Barat.

"Kami JPU dalam perkara ini menuntut supaya majelis hakim Pengadilan Jakarta Barat yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, menyatakan terdakwa Hercules terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana melakukan, menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan dengan terang-terangan dan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap barang sebagaimana diatur dalam dakwaan pertama," kata JPU M Kurniawan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Jl S Parman, Jakarta Barat, Rabu (27/2/2019).

Jaksa menyebut Hercules terbukti melanggar Pasal 170 Ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan pertama. Jaksa menilai Hercules terbukti melanggar unsur dengan terang-terangan dan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang. 

"Bahwa yang dimaksud dengan unsur terang-terangan ini sesuai dengan yurisprudensi tetap, berarti tidak secara bersembunyi, namun tidak harus dilakukan di muka umum. Cukup apabila perbuatan itu dilakukan di suatu tempat yang dapat dilihat oleh orang lain, maka unsur secara terang-terangan telah dinyatakan terbukti," kata jaksa Kurniawan.

"Bahwa dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap barang adalah mempergunakan tenaga atau kekuatan jasmani tidak kecil, secara tidak sah seperti memukul, baik dengan tangan atau dengan alat atau senjata apa pun, menendang ataupun mendorong secara bersama sama dimaksud bahwa perbuatan itu dilakukan oleh dua orang atau lebih," imbuhnya.

Jaksa mengatakan unsur yang memberatkan adalah merugikan orang lain dan merusak. Sementara unsur yang meringankan adalah terdakwa merupakan kepala keluarga memiliki istri empat anak.

"Perbuatan terdakwa merugikan orang lain dan meresahkan masyarakat. Terdakwa sudah pernah dihukum, tidak mengaku di persidangan, dan tidak menyesali perbuatan," kata Kurniawan.

Sementara hal yang meringankan, terdakwa sebagai kepala keluarga yang memiliki tanggungan istri dan empat anak.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa penjara selama 3 tahun dipotong masa tahanan yang telah dijalani terdakwa," kata Kurniawan.

Persidangan ini turut dijaga kepolisian. Persidangan juga dihadiri sejumlah pendukung Hercules.

Kasus bermula saat Hercules membantu Handy Musawan mengambil empat bidang tanah dengan masing-masing luasnya 11.360 meter, 11.360 meter, 4.600 meter, dan 4.600 meter. Kepemilikan keempat bidang tanah itu dikuasai PT Nila Alam.

Untuk merebut tanah itu, jaksa menyebut, Hercules mengerahkan 60 orang dan membawa alat-alat kekerasan, seperti parang hingga linggis, ke pekarangan ruko yang dimiliki PT Nila Alam. Saat itu Hercules dkk memaksa masuk dan menduduki tanah tersebut, bahkan dia bersama 60 orang itu membuka paksa kantor pemasaran yang berada di bangunan ruko itu.

Mereka juga menggunakan kalimat ancaman kepada karyawan PT Nila Alam. Hercules dkk juga mengklaim tanah tersebut sudah dimenangi di peninjauan kembali (PK) Mahkamah Agung dan atas nama Thio Ju Auw.

Selain itu, mereka memasang plang di ruko PT Nila Alam. Anak buah Hercules juga meminta uang keamanan secara paksa kepada para pemilik ruko yang berdiri di atas lahan PT Nila Alam tersebut dengan jumlah Rp 500 ribu per bulan. Apabila tidak diberi uang bulanan, mereka mengancam akan menutup ruko.
(yld/jbr)

Sumber berita & gambar : new.detik.com