Kejaksaan Negeri Jakarta Barat melayani pengambilan SIM-STNK-KIR kendaraan bermotor terhadap pelanggar lalu lintas yang diputus verstek tanpa kehadiran pelanggar di PN Jakbar dan dapat diambil pada hari dan jam kerja | Kejaksaan Negeri Jakarta Barat melaksanakan penegakan hukum dengan hati nurani dan berdasarkan undang-undang. Masyarakat yang akan memberikan masukan, kritik dan saran atau melaporkan suatu tindak pidana korupsi dapat melalui website Kejari Jakarta barat melalui pengaduan@kejari-jakbar.go.id | Isi situs bersifat informatif, bukan merupakan legal opinion dari Kejaksaan R.I. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based | Kejaksaan Negeri Jakarta Barat bekerja sama dengan Koperasi Teguh Sejahtera Bersama menerbitkan layanan Tilang Cash On Delivery, bagi pelanggar yang tidak mempunya waktu untuk mengambil berkas Tilang, dapat menghubungi melalui Whatsapp di Nomor 0812 8429 9818.

Cegah Antrean, Jenguk Tahanan Pakai Sistem Online

JAKARTA  - Setelah melakukan inovasi dalam sistem pembayaran tilang secara online dan costumer on delivery (cod). Kembali, Kejaksaan Negeri Jakarta Barat ciptakan sistem online surat rujukan jenguk tahanan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Barat, Dr. Reda Mantovani mengatakan, pembentukan sistem online jenguk tahanan itu telah memasuki tahap uji coba. Karena itu dirinya me‎nyakini minggu depan sistem ini sudah digunakan masyarakat.

"Servernya, admin, dan kurirnya telah siap. Kita akan coba sosialisasi sembari menguji coba. Minggu depan sistem ini resmi digunakan," kata Reda ketika ditemui SINDO, Selasa (6/6/2017).

Reda menjelaskan, dalam sistem ini nantinya para kelurga tahanan tak perlu mengantre selama dua hari untuk mendapatkan surat rujukan itu. Sebab, pihak Kejaksaan akan melakukan sistem online yakni menghubungi Call Centre melalui sistem aplikasi WhatsApp.

"Cukup memfoto dan mengirimkan fotocopy KTP serta nama tahanan yang ingin dijenguk. Nantinya surat akan keluar dan bisa diambil sendiri atau diantarkan ke Rutan," ucap Reda.

Hanya saja untuk mengantarkan surat rekomendasi itu ke Rutan Pondok Bambu, Reda mengatakan, pihaknya membebankan biaya sebesar Rp30.000 untuk jasa kurir. Sementara bila mengambil langsung ke Kejaksaan, beban ditanggung secara gratis.

‎Demi memaksimalkan sistem kerja ini, Reda mengatakan, pihaknya mencoba mengaplikasikannya kepada Rutan Pondok Bambu, setelah itu, barulah sistem dikembangkan dan di uji coba ke lapas dan rutan lainnya, sementara untuk jasa kurir akan dilakukan penyesuaian setelah sistem ini berhasil di ujicobakan.

‎Sedangkan untuk menjelang Lebaran nanti, Reda mengatakan, nantinya surat akan dilakukan untuk dua kali waktu penjengukan. Hal ini untuk membantu masyarakat dalam pengajuan berkumpul bersama anggota keluarganya yang menjadi narapidana saat Lebaran nanti. "Terlebih kan Lebaran nanti kantor kami libur," ucapnya.

Seorang keluarga tahanan, Sumiati (45), menyambut baik dengan sistem ini. Sebab bila menggunakan secara manual dirinya memerlukan waktu dua hari untuk sistem jenguk tahanan. "Misalkan kita mengajukan hari ini, besok suratnya baru bisa kita ambil," tuturnya.

Maka itu, melihat kondisi demikian dirinya sangat bersyukur. Ia pun berharap sistem itu akan dilakukan di tempat Lapas lainya. "Yang terpenting saya tidak harus ke kejaksaan lagi. Karena surat akan langsung diantar ke lapas," tutupnya.


Sumber : metro.sindonews.com